Subscribe-Us

Subscribe Us

PENYAJIAN BERITA INJIL MELALUI PELAYANAN MEDIA: SEBUAH STRATEGI DALAM PELAYANAN PERKOTAAN. MEKIEL DKK

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Di era modern saat ini, media mengalami perkembangan yang cukup pesat yang dapat memengaruhi setiap lapisan masyarakat tanpa mengenal batas usia. Itu sebabnya ketika berbicara mengenai media, hal tersebut merupakan topik yang cukup luas untuk dibahas. Salah seorang pemimpin gereja bernama Craig Cabaniss setuju dengan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa, “Apakah anda di rumah, di mobil, di toko, di restoran, bahkan di pom bensin kita selalu dikelilingi oleh media. Kita tidak bisa lepas dari media. Media sudah menjadi atmosfir kedua kita.”[1]

Untuk itu setiap orang perlu menyadari bahwa media mempunyai dua dampak yang tak terpisahkan. Di satu sisi media mempunyai dampak yang positif bagi para penggunanya tetapi tak dapat dipungkiri bahwa media juga dapat memberikan dampak yang negatif. Kedua dampak tersebut sebenarnya dapat langsung dipilih dan dipilah oleh pengguna itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, gereja seyogianya turut mengambil bagian dalam hal pelayanan media. Namun pada kenyataannya, banyak pemimpin Kristen terlalu sibuk melakukan pelayanan di dunia nyata dengan bertatap muka dan mengesampingkan pelayanan media. Padahal pelayanan media juga berpengaruh besar dalam hal mengkomunikasikan Injil.[2]

            Dengan demikian, gereja perlu memacu dirinya untuk mengambil tindakan yang konkret dalam hal kemajuan perkembangan media. Hal tersebut dilakukan guna mendukung pelayanan gereja yang ada. Melihat latar belakang masalah yang ada, makalah ini akan membahas mengenai PENYAJIAN BERITA INJIL MELALUI PELAYANAN MEDIA: SEBUAH STRATEGI DALAM PELAYANAN PERKOTAAN.

 

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Pelayanan Media

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, media merupakan alat atau sarana untuk komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk.[3] Media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah, berarti tengah, koma, perantara, atau pengantar.[4] Menurut Arif Sadiman, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.[5] Sedangkan menurut AECT (1997) sebuah organisasi yang bergerak dalam teknologi pendidikan dan komunikasi, sebagaimana dikutip oleh Wina Sanjaya dalam bukunya mengartikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi.[6] Dengan demikian, media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan sebagai perantara atau pengantar informasi dari pengirim pesan kepada penerima pesan.

Jenis-Jenis Media

Ada beberapa jenis-jenis media, antara lain: media visual, media audio dan media audio visual. Berikut penjelasannya.[7]

Media Visual

Media visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca, dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contohnya ialah media foto, gambar, komik, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga, dan sebagainya.

Media Audio

Media audio adalah media yang bisa didengar saja menggunakan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya ialah suara musik dan lagu, alat musik, siaran radio, kaset suara, CD dan lain sebagainya.

Media Audio Visual

Media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengar dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya seperti media drama, pementasan, film, televisi, dan media yang sekarang menjamur di pasaran seperti handphone dan laptop bahkan internet termasuk media audio visual tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media disebut sebagai multimedia karena berbagai format ada di dalam internet.

Data Statistik Penggunaan Media di Indonesia

Berdasarkan beberapa jenis media di atas, perlu diketahui bahwa media audio visual dalam hal ini media sosial sangat memegang peranan yang cukup besar di semua kalangan usia. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh We Are Social, perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite,[8] mengatakan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3 jam 23 menit dalam sehari untuk mengakses media sosial. Selain itu, dari laporan berjudul ”Essential Insights Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerce Use Around The World” yang diterbitkan tanggal 30 Januari 2018, dari total populasi Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 130 juta dengan penetrasi 49 persen.

Aplikasi WhatsApp, Facebook, Instagram, merupakan aplikasi yang berada di posisi teratas yang paling banyak diunduh. Berdasarkan rata-rata trafik situs per bulan, Facebook menjadi media sosial paling banyak dikunjungi dengan capaian lebih dari 1 milyar juta pengunjung perbulan. Rata-rata pengunjung Facebook menghabiskan waktu 12 menit 27 detik untuk mengakses jejaring sosial tersebut. Sebesar 92 persen mengakses Facebook via mobile dengan perbandingan persentase berdasar gender sebanyak 44 persen untuk wanita dan 56 persen adalah pengguna pria. Pengguna Facebook didominasi golongan usia 18-24 tahun dengan presentase 20,4 persennya adalah wanita dan 24,2 persennya adalah pria. Sementara total pengguna aktif Instagram bulanan di Indonesia mencapai 53 juta dengan presentase 49 persen wanita dan 51 persen adalah pria.

Berikut ini ada beberapa tabel mengenai statistik penggunaan media sosial:




 

 

Gambar 1. Figur presentase rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktunya untuk mengakses media sosial (We Are Social) 






Gambar 2. Figur presentase media sosial yang paling aktif diakses pengguna media sosial Indonesia Januari 2018 (We Are Social).


Tujuan Pelayanan Media

Berdasarkan data statistik yang sudah dipaparkan di atas, tidak menutup kemungkinan bahwa pelayanan media memiliki tujuan yang dapat dikatakan cukup besar dalam pelayanan gereja. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa contoh dari tujuan pelayanan media, antara lain:

1.      Pelayanan media bertujuan untuk memudahkan setiap orang dalam berbagi informasi mengenai Injil.

2.      Pelayanan media bertujuan untuk menyajikan informasi kepada pembaca maupun pendengar dengan metode yang kreatif dan inovatif.

3.      Pelayanan media bertujuan untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat yang sulit untuk dijangkau karena keterbatasan lokasi dan waktu.

4.      Pelayanan media bertujuan untuk membantu mempercepat kedatangan Tuhan (Mat. 24:14).

Model Pelayanan Media

Dari ketiga jenis media yang sudah dipaparkan di atas, makalah ini mengarahkan perhatiannya lebih kepada jenis media audio visual yang dalam hal ini pelayanan melalui media sosial dalam hal mengkomunikasikan atau menyajikan berita Injil. Dalam media sosial ada berbagai macam apikasi yang cukup terkenal di kalangan masyarakat. Contohnya, Facebook, Instagram, Whats-app, Youtube dan  Line. Melalui aplikasi-aplikasi tersebut, muncullah berbagai macam model pelayanan media yang mulai dilakukan oleh gereja sebagai strategi dalam pelayanan perkotaan. Beberapa contoh yang dapat dilakukan oleh gereja guna menggiatkan pelayanan media, antara lain:

1.      Khotbah Live Streaming

2.      Rekaman Khotbah

3.      Video Kesaksian

4.      Update Status

5.      Bible Project

Tahapan Pelayanan Media

Khotbah Live Streaming

Live streaming merupakan salah satu fitur media sosial yang sedang banyak digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat bahkan organisasi. Fitur ini dapat ditemukan dalam Facebook, Instagram, dan Youtube. Sekarang ini, banyak gereja juga turut menggunakan fitur live streaming untuk menampilkan siaran langsung selama ibadah berlangsung. Namun perlu diketahui bahwa fitur ini tentu mempunyai pengaruh positif dan negatif bagi para penggunanya. Ketika gereja menggunakan fitur ini maka orang sakit yang tidak dapat pergi ke gereja juga dapat mengikuti ibadah dari awal hingga selesai. Tetapi dampak negatif dari fitur ini juga lambat laun akan membuat orang untuk malas ke gereja dengan alasan dapat menggunakan fitur live streaming di rumah.

Dalam khotbah live streaming, si pengkhotbah tahu dengan persis kepada siapa ia menyampaikan firman Tuhan. Yang menjadi isu hanyalah lokasi yang berbeda antara pengkhotbah dan jemaat yang mendengarkan. Jika diibaratkan, khotbah streaming mirip dengan situasi suatu ibadah di mana jumlah jemaat melebihi kapasitas ruangan, sehingga sebagian duduk di ruangan lain dan menyaksikan khotbah melalui televisi/layar yang dihubungkan ke ruangan utama. Materi dan waktu khotbah sama persis yang berbeda hanyalah tempatnya.

Rekaman Khotbah

Penggunaan rekaman khotbah sebagai substitusi pemberitaan firman Allah secara langsung agak berbeda dengan khotbah streaming. Tatkala suatu rekaman khotbah diputar, si pengkhotbah seringkali tidak mengetahui kapan dan kepada siapa khotbah itu disampaikan. Dengan demikian ia tidak mungkin bisa mendoakan khotbahnya secara spesifik. Isi khotbah yang situasional (sesuai dengan konteks asli pada waktu khotbah itu direkam) seringkali menciptakan jurang antara pengkhotbah dan jemaat yang mendengar rekaman khotbah tersebut. Jadi, ada beberapa perbedaan esensial antara khotbah streaming dan rekaman khotbah.

Video Kesaksian

Youtube adalah sebuah aplikasi yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi video, atau menikmati berbagai macam video yang diunggah oleh pihak lain. Melalui aplikasi ini, ada banyak macam video yang dapat diunggah mulai dari video singkat hingga film.[9] Beberapa kegunaan Youtube yang dapat diterima oleh pengguna, seperti melihat dan meng-upload video, sebagai ajang promosi diri, mendownload setiap video, banyak video yang bermanfaat, ukuran video HD, share video dengan mudah, dan memberikan informasi global.

Banyak channel rohani yang menggunakan Youtube sebagai salah satu akses untuk berbagi kebenaran Injil, seperti Alkitab Suara, Bible Project, YesHeis, Video Khotbah Singkat, Suara Generasi, Aku dan Sebuah Cerita, dan masih banyak channel rohani lainnya.

Video kesaksian merupakan salah satu strategi yang cukup mudah untuk diviralkan melalui media sosial. Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk memposting berbagai video kesaksian yang dapat memberkati banyak orang. Beberapa media sosial yang dapat digunakan untuk memposting video kesaksian ialah melalui Youtube, Instagram, Facebook, Line, bahkan Whatsapp.

Di antara semua aplikasi media sosial, yang paling banyak digunakan untuk memposting video ialah melalui Youtube. Video kesaksian merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh orang percaya untuk mengabarkan kebenaran Injil, salah satu channel video kasaksian yang banyak digemari oleh setiap lapisan masyarakat ialah “Aku dan Sebuah Cerita.”

Update Status

Pada masa milenial ini setiap orang pasti pernah membuat status dan membaca status yang ada pada media sosial, baik itu Facebook, Whatsapp, Instagram dan juga Line. Status yang kita miliki dapat dijadikan salah satu sarana penginjilan kepada teman-teman kita di media sosial. Salah satu media yang paling banyak digunakan untuk mengupdate sebuah status ialah:

Facebook

Melalui media sosial ini, seseorang dapat memperhatikan aktifitas orang lain, mengikuti permainan/join game yang direkomendasikan, menambahkan teman atau jaringan berdasarkan organisasi, lembaga, daerah domisili, dan sebagainya. Mengingat jangkauannya yang tidak terbatas, maka Facebook dapat dimanfaatkan untuk berbagi berita Injil kepada orang lain. Fasilitas ini sangat efektif dalam memberitakan Injil, karena semua orang yang tergabung dalam jaringan bebas untuk mengungkapkan perasaannya dan pendapatnya, dan dalam hal inilah seorang penginjil bebas untuk menyampaikan berita Injil.

Seorang penginjil dapat memberikan informasi serinci mungkin tentang siapa Tuhan Yesus kepada orang lain. Mereka yang membacanya dan memiliki ketertarikan, kemudian membagikan informasi tersebut kepada orang lain. Begitu cepatnya informasi yang disampaikan oleh seorang penginjil, dan dalam hitungan detik informasi itu menyebar sampai kepada jutaan orang yang tersambung ke jejaring sosial. Melalui teknologi web, komunikasi sosial yang tersambung secara online, sangat menolong pelayanan pemberitaan Injil dan dapat dilakukan dalam tingkat global maupun lokal.

Melalui jejaring sosial, seseorang dapat memberitakan berita Injil selama 24 jam. Ini sangat efektif di tengah bertumbuh pesatnya pengguna internet, situs jejaring sosial menawarkan lebih banyak kesempatan untuk memberitakan berita Injil karena menyediakan ruang untuk berdialog. Jejaring sosial salah satu sarana penginjilan yang efektif, dengan menuliskan ayat-ayat Firman Tuhan atau artikel-artikel yang sarat dengan muatan rohani, maka semua orang bisa membacanya. Melalui live streaming, di mana kebaktian-kebaktian, kesaksian-kesaksian pertobatan bisa langsung diakses lewat jejaring sosial, hal ini juga bisa menolong orang-orang yang sedang berselancar di dunia maya untuk mengenal Tuhan Yesus.

Instagram

Instagram merupakan media sosial yang cukup digemari oleh kaum muda selain Facebook. Ada banyak fitur yang terdapat dalam aplikasi ini seperti multi akun, caption, saved post, hastag, direct message, video chat, IG TV mirip Youtube, Insta Story, dan masih banyak fitur lainnya. Insta Story merupakan fitur Instagram yang banyak digemari oleh pengguna Instagram. Dalam fitur insta story seseorang dapat memposting foto, video, lagu, bahkan memberikan question.

Melalui fitur question yang terdapat dalam insta story, seseorang dapat bertanya jawab. Pengguna hanya bisa mengajukan pertanyaan terbuka melalui dua pilihan jawaban yang muncul di opsi sticker, atau pengguna bisa melempar pertanyaan ke pengikutnya di kolom “ask me something” lalu para pengikutnya bisa memberikan respon di kolom “type something.”

Beberapa pengguna akun Rohani sangat gemar menggunakan fitur “question” yang terdapat dalam Insta Story. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pengguna dapat memberikan pertanyaan kemudian para pengikutnya dapat memberikan tanggapan mereka masing-masing.

Bible Project

Bible Project adalah sebuah studio animasi nirlaba yang memproduksi video animasi berdurasi pendek untuk membuat cerita alkitabiah dan dapat diakses oleh semua orang, di mana saja. Misi dari Bible Project ini adalah untuk menunjukkan bagaimana Alkitab menjadi sebuah cerita terpadu yang menuntun seseorang kepada Yesus.[10]

Tahapan untuk menyampaikan berita Injil kepada masyarakat awam adalah dengan membagikan link video baik yang ada di website bibleproject.com maupun dalam aplikasi youtube. Menarik bahwa setiap video menjelaskan masing-masing kitab yang ada dalam Alkitab dan latar belakangnya beserta kata kunci yang maknanya cukup dalam kekristenan. Selain itu, animasi dari video yang dibuat sangat menarik sehingga memungkinkan setiap lapisan umur mulai dari kanak-kanak hingga orang dewasa untuk menontonnya dan memperoleh sebuah pengetahuan yang sangat alkitabiah.

Kelebihan dan Kekurangan Pelayanan Media

Adapun kelebihan dan kekurangan dalam pelayanan media yang dapat didaftarkan adalah sebagai berikut:

Kelebihan:

1.      Menarik perhatian orang;

2.      Mudah diakses;

3.      Dapat dijadikan sebagai sarana penginjilan;

4.      Mempercepat informasi dan mempermudah komunikasi;

5.      Mudah bersosialisasi dan mendapatkan teman baru;

6.      Memberikan informasi global.

Kekurangan:

1.      Menyita waktu;

2.      Menguras biaya;

3.      Membuat orang malas

4.      Membuat adiksi (narkolema);

5.      Menimbulkan pertengkaran;

6.      Menjauhkan yang dekat;

7.      Menguras baterai handphone.


BAB III

PENUTUP

Dengan mengacu pada pembahasan yang sudah dijelaskan di atas dapat diketahui bahwa perkembangan media mempermudah berbagai kalangan untuk mengakses berbagai informasi. Di samping itu, media juga cukup berpengaruh dalam hal menyampaikan sebuah pesan, begitu juga dalam hal menyajikan berita Injil. Ada beberapa jenis-jenis media, antara lain: media visual, media audio dan media audio visual. Berdasarkan beberapa jenis media di atas, perlu diketahui bahwa media audio visual dalam hal ini media sosial sangat memegang peranan yang cukup besar di semua kalangan usia.

Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan media juga dapat membawa dampak negatif bagi kalangan umum termasuk dalam ruang lingkup pelayanan gereja. Masalah ini dapat ditanggulangi dengan kesadaran dari masing-masing pengguna media tersebut. Para pengguna dapat memilih dan memilah hal-hal apa saja yang harus disampaikan melalui media. Selain itu, pengguna juga harus memiliki prinsip dalam menggunakan kecanggihan media, sehingga pengguna tidak terjerumus kepada hal-hal yang berbau negatif yang dapat merusak dirinya maupun orang lain.

Terlepas dari hal-hal negatif di atas, penggunaan media juga membawa dampak yang positif terhadap pelayanan gereja. Adapun model-model yang dapat digunakan dalam menyajikan berita Injil ialah melalui khotbah live streaming, rekaman khotbah, video kesaksian, update status dan aplikasi Bible Project. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sangat berguna untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat yang sulit untuk dijangkau karena keterbatasan lokasi dan waktu. Selain itu, yang terutama ialah pelayanan media dapat bertujuan untuk membantu mempercepat kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Mat. 24:14).


KEPUSTAKAAN

Alkitab

Alkitab. Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2013.

Buku

Arsyad, Ashar. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013.

Berger, Charles R. (ed.). Handbook Ilmu Komunikasi. Bandung: Nusa Media, 2014.

GP, Harianto. Komunikasi dalam Pemberitaan Injil. Yogyakarta: Andi, 2012.

Mahaney, C. J. dkk. Worldliness: Melawan Godaan Dunia Yang Sudah Jatuh Dalam Dosa. Bandung: Pionir Jaya, 2011.

 

Sadiman, Arif. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali, 1993.

 

Sanjaya, Wina. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2014.

Jurnal

Pasasa, Adrianus.”Pemanfaatan Media Internet Sebagai Media Pemberitaan Injil.” Jurnal Simpson 2 No. 1 (Juni 2015): 71-98.

 

Ronda, Daniel. “Pemimpin dan Media: Misi Pemimpin Membawa Injil Melalui Dunia Digital.” Jurnal Jaffray 14 No. 2 (Oktober 2016): 189-198.

 

Santoso, Joko. “Perananan Penggunaan Media Dalam Pengembangan Pelayanan Konseling Keluarga Terhadap Tantangan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK).” Shift Key 7 No. 1 (Juli 2017): 35-54.

 

Simamora, Ridwan Henry. “Postmodernisme dan Gereja.” Missio Ecclesiae 4 No. 4 (Juni 2013):122-140.

 

Internet

Aliya, Nadira. “Pengeritan Youtube Beserta Manfaat dan Fitur-fitur Youtube yang Perlu Anda Ketahui.” Diakses 16 November 2018.

https://www.nesabamedia.com/pengertian-youtube/

 

Pengertian Ahli. “Pengertian Media dan Jenis Media.” Diakses 16 November 2018. http://www. pengertianahli.com/2014/07/pengertian-media-dan-jenis-media.html.

 

Pertiwi, Wahyunanda Kusuma. “Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia.” Diakses 16 November 2018. https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia

 

“The Bible Project.” Diakses 16 November 2018. https://thebibleproject.com/



[1] Craig Cabaniss, Worldliness: Melawan Godaan Dunia Yang Sudah Jatuh Dalam Dosa (Bandung: Pionir Jaya, 2011), 33.

[2] Daniel Ronda, “Pemimpin dan Media: Misi Pemimpin Membawa Injil Melalui Dunia Digital,” Jurnal Jaffray 14 No. 2 (Oktober 2016): 190. Ronda mengutip  Charles R. Berger (ed.), Handbook Ilmu Komunikasi (Bandung: Nusa Media, 2014).

[3] Kamus Besar Bahasa Indonesia s.v. “media”

[4] Ashar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013), 3.

[5] Arif Sadiman, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya (Jakarta: Rajawali, 1993), 6.

[6] Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2014), 57.

[7] Pengertian Ahli, “Pengertian Media dan Jenis Media,” diakses 16 November 2018,

http://www. pengertianahli.com/2014/07/pengertian-media-dan-jenis-media.html. Diikuti oleh Joko Santoso, “Perananan Penggunaan Media Dalam Pengembangan Pelayanan Konseling Keluarga Terhadap Tantangan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK),” Shift Key 7 No. 1 (Juli 2017): 45.

[8] Wahyunanda Kusuma Pertiwi, “Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia,” diakses 16 November 2018, https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia

[9] Nadira Aliya, “Pengeritan Youtube Beserta Manfaat dan Fitur-fitur Youtube yang Perlu Anda Ketahui,” diakses 16 November 2018, https://www.nesabamedia.com/pengertian-youtube/

[10] “The Bible Project,” diakses 16 November 2018, https://thebibleproject.com/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENYAJIAN BERITA INJIL MELALUI PELAYANAN MEDIA: SEBUAH STRATEGI DALAM PELAYANAN PERKOTAAN. MEKIEL DKK "

Posting Komentar